Penampilan posting dalam arsip SUTARDJI CALZOUM BACHRI

HERMAN karya : Sutardji Calzoum Bachri

Diposting oleh PERJALANAN SANG MERPATI PUTIH pada 19:58, 01-Jul-15  •  Komentar (0)

herman tak bisa pijak di bumi tak bisa malam di bulan
tak bisa hangat di matari tak bisa teduh di tubuh
tak bisa biru di lazuardi tak bisa tunggu di tanah
tak bisa sayap di angin tak bisa diam di awan
tak bisa sampai di kata tak bisa diam di diam tak bisa paut di mulut
tak bisa pegang di tangan takbisatakbisatakbisatakbisatakbisatakbisa
di mana herman? kau tahu?
tolong herman tolong tolong tolong tolongtolongtolongtolongngngngngng!



=SUTARDJI CALZOUM BACHRI=

<> WAHAI PEMUDA, MANA TELUR MU ? <> - (Sutardji Calzoum Bachri)

Diposting oleh PERJALANAN SANG MERPATI PUTIH pada 17:07, 11-Okt-12  •  Komentar (0)

Apa gunanya merdeka Kalau tak bertelur Apa gunanya bebas Kalau tak menetas? Wahai bangsaku Wahai pemuda Mana telurmu? Burung jika tak bertelur Tak menetas Sia-sia saja terbang bebas Kepompong menetaskan kupu-kupu, Kuntum membawa bunga Putik jadi buah Buah menyimpan biji Menyimpan mimpi Menyimpan pohon dan bunga-bunga Uap terbang menetas awan Mimpi jadi, sungai pun jadi, Menetas jadi, Hakekat lautan Setelah kupikir-pikir Manusia ternyata burung berpikir Setelah kurenung-renung Manusia adalah burung merenung Setelah bertafakur Tahulah aku Manusia harus bertelur Burung membuahkan telur Telur menjadi burung Ayah menciptakan anak Anak melahirkan ayah Wahai para pemuda Wahai garuda Menetaslah Lahirkan lagi Bapak bagi... [Baca selengkapnya]

<> IDUL FITRI <> - (Sutardji Calzoum Bachri)

Diposting oleh PERJALANAN SANG MERPATI PUTIH pada 16:59, 11-Okt-12  •  Komentar (0)

Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia Telah kulaksanakan puasa ramadhanku, telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nuju Ka’bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang- girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini... [Baca selengkapnya]

<> WALAU <> - (Sutardji Calzoum Bachri)

Diposting oleh PERJALANAN SANG MERPATI PUTIH pada 15:55, 11-Okt-12  •  Komentar (1)

Walau penyair besar
takkan sampai
sebatas allah
dulu pernah kuminta
tuhan
dalam diri
sekarang tak
kalau mati
mungkin matiku
bagai batu tamat bagai
pasir tamat
tujuh puncak
membilang-bilang
nyeri hari mengucap-
ucap
di butir pasir kutulis
rindu rindu
walau huruf habislah
sudah
alif bataku belum
sebatas allah


=SUTARDJI CALZOUM BACHRI=

<> SATU <> - (Sutardji Calzoum Bachri)

Diposting oleh PERJALANAN SANG MERPATI PUTIH pada 14:44, 11-Okt-12  •  Komentar (0)

kuterjemahkan tubuhku ke dalam tubuhmu ke dalam rambutmu kuterjemahkan rambutku jika tanganmu tak bisa bilang tanganku kuterjemahkan tanganku ke dalam tanganmu jika lidahmu tak bisa mengucap lidahku kuterjemahkan lidahku ke dalam lidahmu aku terjemahkan jemariku ke dalam jemarimu jika jari jemarimu tak bisa memetikku ke dalam darahmu kuterjemahkan darahku kalau darahmu tak bisa mengucap darahku jika ususmu belum bisa mencerna ususku kuterjemahkan ususku ke dalam ususmu kalau kelaminmu belum bilang kelaminku aku terjemahkan kelaminku ke dalam kelaminmu daging kita... [Baca selengkapnya]