BERNAFASLAH PADA OMBAK karya : Jamal D. Rahman

July072015

bernafaslah pada ombak. karena danau telanjur

menyimpan buih. membendung gelombang zaman

dan menghanyutkan doa. dari bukit sukmamu

batu-batu pun hanyut ke dalam sujud muara,

memadatkan tangis benua

 

dari dasar laut, ombak membangun gelora malam.

lampu-lampu nelayan menggeliat, jadi bintang

di keluasan matamu. mengedipkan mata ikan

pada kail dan jala yang mulai cemas

menunggu. di sini, lumpur menghampar,

menenggak air sembahyang dari cangkir-cangkir kecemasan



 

1987

=JAMAL D. RAHMAN=

BAYANG BAYANG karya : Jamal D. Rahman

July072015
pada usia berapakah matahari menciumimu? usia beredar sepanjang ajal: perjalanan yang tak sampai-sampai pada hujan sementara percakapan dengan dinding tak pernah sampai ke cakrawala. berapakah usia matahari, ketika dia turun memeluk nafasmu dalam tidur yang menggelisahkan   tak kujemput bayang-bayangmu pada ufuk matahari yang jauh sebab setiap kali berusaha mengenangmu, aku selalu melupakanmu   di manakah jejak-jejak itu menggariskan airmata? luka tak lagi memercikkan darah, melainkan nyanyian yang dipetik dari gitar kayu:... [Baca selengkapnya]

PENYAIR DI POJOK TIKUNGAN karya : Jamal D. Rahman

July072015
  karena setiap bahasa memiliki tanda kurung dan garis miring, penyair selau berdiri di pojok tikungan penuh bahaya itu. ia tak mampu lagi memahami gelora bahasamu saat kau berusaha menegakkan menara cahaya, tapi ia tahu, di balik garis miring, seribu tanda kurung masih menunggu   tak terbakar penyair menggelora di magma bahasa menyergap bayang-bayang patah warna. tapi ia tak tahu, bahwa di pojok tikungan itu, ia sedang mendaki garis miring dalam... [Baca selengkapnya]

BELAJAR PADA BATU BATU

July072015

 

belajar pada batu-batu, alif demi alif

di matamu kueja. dingin alismu menelikung pada

setiap tembok yang membangun sunyi nafasku. di sana

kau taburkan bunga dan batu

sambil menciumi telapak tanganmu yang kosong

 

belajar pada batu-batu, tuak di gelas-gelas

kutumpahkan. meja terluka. kursi bergerak

ke arahku

 

awan bergerak memandangmu, mengais-ngais

jasadku dari rumpun daun yang mengering, padahal

di situ, batu-batu yang diam masih kurenungkan



 

1988

=JAMAL D. RAHMAN=

MANUSIA karya : Abdul Hadi Widji Muthari

July062015
Kitab-kitab lama mengatakan: Anak-anakku, manusia itu tak sempurna penuh dosa dan kesalahan dan saling bertengkar satu sama lain berebut harta dan makanan   Anak-anakku, manusia itu tak sempurna bagaikan kain putih yang cepat kotor dan berdebu mudah luntur dan musnah suatu waktu   Agar bersih dan bagus kain dicuci dan disetrika   Dan manusia harus berbuat baik dan berdoa senantiasa tolong menolong tak berbohong, tak menghina tak saling membunuh antar sesama   Anak-anakku, manusia itu tak sempurna jadi jangan sombong walau pandai dan berharta =ABDUL HADI... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas